Pages

Sunday, May 8, 2016

Inventarisasi Keterdapatan Sumber Daya Mineral di Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang

Pendahuluan

Kabupaten Bengkayang terdiri dari 17 (tujuh belas) kecamatan yaitu : Kecamatan Sei Raya, Capkala, Sei Raya Kepulauan, Samalantan, Monterado, Lembah Bawang, Bengkayang, Teriak, Sei Betung, Ledo, Suti Semarang, Lumar, Sanggau Ledo, Tujuh Belas, Seluas, Jagoi Babang, dan Siding.

http://baloary.blogspot.co.id/
Peta Adminstrasi Kabupaten Bengkayang


Kali ini kami akan menginformasikan hasil inventarisasi keterdapatan sumberdaya mineral di Kecamatan Teriak…..

Kecamatan Teriak terdiri dari 18 (delapan belas) desa, memiliki luas wilayah sebesar 231,51 Km2 terletak pada titik koordinat 0045’56’’LU-0054’27’’LU dan 1092025’32’’BT-109035’7’’BT dengan Ibukota Kecamatan di Bana, berjarak 13,76 km dari Ibukota Kabupaten Bengkayang.

Pencapaian lokasi Ibukota Kecamatan di Bana dapat ditempuh dengan jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh ± 25 menit dari Ibukota Kabupaten, melewati jalan utama Bengkayang – Bana.

Tinjauan Geologi Regional
Batuan alas di Kalimantan Barat tersusun oleh litologi batuan beku meta, sedimen meta, granit dan batuan mafik/ultra mafik. Batuan alas berumur Pra Tersier yang telah mengalami deformasi tekanan dan pemalihan, pada orogenesa Kapur-Tersier diterobos dan ditutupi oleh batuan gunung api dan subvulkanik berkomposisi menengah sampai mafik.

Batuan ofiolit dan sediment samudra dari Komplek Mafik Danau dan Kapuas Terdeformasi ke dalam suatu baji akresi berumur Kapur Awal selama penunjaman ke arah selatan di bawah benua yang sekarang diwakili oleh sebagian besar Kalimantan dan sekitar Paparan Sunda.  Penunjaman yang diikuti oleh pembentukan sebuah busur magmatis tepian benua yang besar dan sisanya terawetkan sebagai Batolit Schwaner dan batolit lainnya. 

Pembentukan sebagian besar cekungan turbidit terjadi pada jaman Kapur Akhir, batuan sedimen ini kemudian diterobos oleh granit mengandung bijih timah yang berumur Kapur. Batuan gunungapi felsik yang berumur Eosen Tengah terbentuk pada dasar cekungan tanah muka di selatan jalur lipatan Kapuas, dengan penyebaran yang sangat luas. Pembentukan cekungan-cekungan antara gunung seperti yang dikenal sebagai Cekungan Melawi, Mandai dan Ketungau terjadi kala Eosen Akhir-Oligosen. Pada Oligosen-Miosen, cekungan tanah muka mengalami pengangkatan yang disertai oleh pembentukan batuan terobosan yang dikenal sebagai terobosan Sintang Dasitik yang disertai oleh pembentukan endapan emas, logam dasar dan air raksa.

Mengacu peta Geologi Lembar Singkawang, Kalimantan yang disusun oleh N. Suwarna (GRDC), dan R.P. Langford (AGSO), 1993, peta Geologi Lembar Sambas Dan Siluas, Kalimantan,  yang disusun oleh E. Rusmana (GRDC) dan P.E. Pieters (AGSO), 1993, dan peta Geologi Lembar Sanggau, Kaimantan, yang disusun oleh S. Supriatna, U. Margono, Sutrisno (GRDC), P.E. Pieters dan R.P. Langford (AGSO), 1993, yang dikeluarkan oleh (P3G) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral Departemen Pertambangan dan Energi, maka batuan penyusun di Kabupaten Bengkayang berturut-turut dari yang tertua – paling muda adalah sebagai berikut :

-  Formasi Seminis (PzRs)
Terdiri dari batusabak, filit, batupasir, Umur Formasi batuan ini adalah Trias Akhir – Perm.
-  Batuan Gunungapi Sekadau (Rusk)
Terdiri dari basalt, dolerite, andesit, tufa, breksi, anglomerat. Umur Formasi ini adalah Trias.
-  Granodiorit Jagoi (RJlj)
Terdiri dari biotit, granodiorit, terutama kuarsa majemuk. Umur Formasi ini adalah Jura.
-  Kelompok Bengkayang (RJb)
Terdiri dari batupasir, batulumpur, batulanau, konglomerat, serpih, batupasir tufaan, biasanya karbonan, setempat berfosil. Umur Formasi kelompok  batuan ini adalah Trias Akhir.
-  Komplek Serabang (JKls)
Batuan Ultaramafik, gabro, basal malih, rijang, sepilit, berasosiasi seperti bancuh dengan batusabak, filit, sekis, batupasir malih, batutanduk. Umur Formasi ini adalah Kapur – Jura.
-  Batugamping Bau (Juba)
Batugamping berlapis, umur Formasi ini adalah Jura Atas.
-  Formasi Pendawan (Kp)
Terdiri dari serpih, serpih sabakan, batulumpur karbonan, batulanau dan batupasir, setempat gampingan, sedikit batugamping dan tufa, berfosil. Umur Formasi ini adalah Kapur.
-  Formasi Banan (Rub)
Berumur Trias Akhir, terdiri dari batupasir dan sedikit konglomerat dibagian atas; batupasir dan serpih dibagian bawah. Pengaruh malihan sentuh, termasuk batu tanduk berkembang disekitar terobosan tersier, terutama pada batupasir dan tufa dibagian bawah.
-  Formasi Sungaibetung (Jls)
Berumur Jura akhir, terdiri dari perselingan batulumpur, batulanau, batupasir halus – sedang, kelabu muda – hitam, perbandingan batulumpur meningkat ke arah atas; batupasir tufan halus dibagian atas, berlapis baik.
-  Batuan Gunungapi Raya (Klr)
Berumur Kapur Awal, terdiri dari batuan beku luar andesit, dasit dan Basalt (piroklastik, sedikit lava) serta batuan terobosan; sedikit menyusupi konglomerat, batupasir dan batulumpur; setempat termalihkan oleh batuan terobosan kapur dan tersier, dan termineralisasi dengan pirit, kalkopirit, molibdenit dan sfalerit.
-  Granodiorit Mensibau (Klm)
Berumur Kapur Awal. Terdiri dari granodiorit hornblende-biotit, adamelit, tonalit, granodiorit biotit-hornblende, diorit, diorit kuarsa, granit; magnetik sedang sampai kuat; umumnya terubah; setempat tergeruskan kuat, termilonitkan, dan terbreksikan, xenolit batuan gunung api dan sedimen.
-  Batupasir Kayan (TKk)
Berumur Paleosen, terdiri dari batupasir kuarsa – feldspar, kuarsa – litos, serpih, batulanau, sedikit konglomerat, batubara ; setempat kayu terkersikkan.
-  Gabro Setinjam (Kuse)
Berumur Kapur Akhir. Terdiri dari gabro; halus sampai pegmatitan, umumnya sedang; plagioklas (<50%), horblende, piroksen, olivin dan biotit, setempat berfoliasi dan berlapis.
-  Batuan Gunungapi Serentak (Tes)
Berumur Eosen Tengah. Terdiri dari Tufa lapili, dasitan, kristal dan sela; setempat breksi tufan dan riodasit, kelabu muda sampai kecoklatan; sebagian terubah; urat halus besian, pirit, pirhotit, pirolusit.
-  Batuan Terobosan Sintang (Toms)
Berumur Oligosen Awal – Miosen Awal. Terdiri dari diorit, diorit kuarsa, granodiorit, tonalit, gabro kuarsa; mesokratik sampai lekokratik, porfiritik sampai holokristalin; setempat ubahan serisit, khlorit, epidot, dan karbonat; serisit berkaitan dengan urat kuarsa-kalkopirit-molibdenit dan pirit menyebar; mineralisasi emas; magnetik sedang.
-  Batuan Gunungapi Niut (Tpn)
Berumur Pliosen. Terdiri dari Basalt porfiri, sedikit andesit Basaltan.
-  Endapan Aluvial dan Rawa (Qa)
Berumur Kuarter. Tersusun dari lumpur, pasir, kerikil dan bahan tumbuhan.

Struktur geologi didominasi oleh sesar dan kelurusan dalam batuan gunung api dan plutonik terutama berarah utara-barat daya. Wilayah penelitian berada di Batuan Gunungapi Raya Kapur Bawah yang cenderung sebagian besar hanya berupa sisa dari bagian gunungapi yang terkikis luas, sebagai penutup Batolit Schwaner Singkawang. Batolit ini diduga terjadi diatas lajur penunjaman yang miring ke selatan pada waktu Kapur Bawah. Granodiorit Mensibau mempunyai sentuhan terobosan terutama dengan batuan samping yang berumur Trias Akhir sampai Jura Awal, yang membentuk bagian dari Kawasan Kalimantan Barat Laut.

Peneliti Terdahulu
Para peneliti yang melakukan studi keterdapatan sumber daya mineral di Wilayah Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya, diantaranya yaitu :
1.   Krol (1928), melaporkan tentang contoh urat kuarsa dari daerah Gunung Selakean mengandung nilai-nilai sampai 28,4 gr/ton emas dan 78,2 gr/ton perak.
2.     Faddegon (1941), meneliti endapan Bijih Molibdenit pada lereng Gunung Bawang, 12 Km barat laut Bengkayang, dan melaporkan juga keterdapatan intan yang tersebar sepanjang Sungai Landak, dari Ngabang ke hulu sejauh 7 Km dari batas utara Sungai Sekayam (Sungai Behe, Sikip, Engkarang dan Entikong).
3.    Japan International Coorperation Agency (JICA), (1982), Menemukan daerah prospek Gunung Selakean pada 8 lubang galian pada urat kuarsa piritan kuarsa sulfida yang termineralisasi, pirit, arsenopirit, galena, sfalerit dan kalkopirit.
4.   Supriatna (1989)Badan Geologi, mencatat bahwa butiran emas dari hulu Sungai Landak lebih kecil dari pada butiran emas dari Sungai Sekayam dan sekitarnya.
5.     Iwan Nursahan (2005), Badan Geologi, melakukan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Logam di Daerah Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat.

Kondisi Geologi Kecamatan Teriak 
Stratigrafi daerah Kecamatan Teriak tersusun atas tiga satuan batuan, yaitu Satuan Lava Andesitik dan Breksi Lava Formasi Jirak, Satuan Batuan Terobosan Diorit Kuarsa, dan Satuan Batuan Terobosan Granit.

Satuan Lava Andesitik dan Breksi Lava Formasi Jirak : terdiri dari lava andesitik-basaltik, breksi lava andesitik porfiritik, lava dasitik dan tufa halus-tufa lapili piroklastik. Satuan ini dapat dikorelasikan sebagai Formasi Jirak (JICA 1982) berumur Jura Atas.

Satuan Batuan Terobosan Diorit Kuarsa terdiri dari diorit, abu-abu-keputihan, berbutir sedang-halus, fanerik–porfiritik. Batuan ini tersingkap di lereng Gn. Serawak dan lereng Sungai Tapang. Sesuai penyebarannya, bentuk intrusi ini diperkirakan berupa retas. Kedudukan stratigrafi intrusi ini menerobos Satuan lava dan tufa Formasi Jirak yang berumur Jura Atas, maka satuan ini diperkirakan berumur Kapur Awal.

Satuan Terobosan Granit: terdiri dari granodiorit, warna putih-kemerahan-kehitam-hitaman, berbutir sedang–kasar, faneris,  tekstur holokristalin. Intrusi ini diperkirakan berbentuk stock sesuai penyebarannya di hilir S. Empawang dan Gn. Batulumun. Batuan terobosan ini dapat dikorelasikan dengan Satuan Intrusi Gn. Raya (JICA, 1982), dan berdasarkan hasil dating penentuan umur absolut K-Ar diperoleh kisaran umur pada 114 – 103 juta tahun yang lalu atau Kapur Tengah. Satuan ini menerobos batuan lava andesitik dan tufa Fm. Jirak yang berumur Jura Atas.

Struktur geologi yang teramati di daerah ini terdiri dari kekar dan sesar relatif berarah utara-selatan, sedangkan indikasi sesar geser manganan berarah relating timurlaut-baratdaya. Di daerah Salakean-Jaluk atau Sungai Kuntup ditemukan breksiasi atau milonit berarah utara-selatan pada zona breksi sulfida.

Mineralisasi
Daerah penelitian sebagian disusun oleh batuan Terobosan Sintang yang secara litologi disusun oleh batuan asam sampai menengah, terdiri dari granit, granodiorit, diorit, mikrodiorit, diorit kuarsa, dan tonalit. Batuan tersebut merupakan sumber dari mineralisasi emas, perak, dan tembaga di daerah ini yang menerobos batuan lebih tua seperti Granodiorit Mensibau dan Batuan Gunungapi Raya berumur Jura awal – Kapur Akhir.

Mineralisasi emas, perak, dan tembaga di daerah ini tercebak dalam sistem urat (kuarsa sebagai mineral gangue dan granit sebagai batuan samping/wall rock) dengan struktur sesar geser menganan sebagai kontrol utama atau koridor strukturnya. Urat (vein) kursa sebagai pembawa mineral tersebut merupakan kekar bukaan (tensional joint).

Inventarisasi Keterdapatan Sumberdaya Mineral di Kecamatan Teriak
Di wilayah Kecamatan Teriak ini setidaknya ditemukan 6 bahan galian yaitu : Emas, Tembaga, Arsen, Bauksit, Granit, dan Pasir Batu (Sirtu).

http://baloary.blogspot.co.id/
Peta Keterdapatan Sumberdaya Mineral di Kecamatan Teriak
Emas
Indikasi emas primer yang ada di daerah ini berada dalam urat / “Vein” dan berasosiasi dengan Cu, Pb dan Fe. Sedangkan emas aluvial dibeberapa tempat ditambang oleh masyarakat setempat secara ilegal, dilakukan dengan peralatan seadanya metode tambang semprot.

Kegiatan usaha pertambangan lainnya, berupa pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang kepada PT. Millenia Artha Prima yang hingga saat ini masih melakukan tahapan kegiatan eksplorasi komoditas logam emas.

Tembaga
Keterdapatan bahan galian tembaga hanya terdapat di daerah Gunung Selakean, termasuk kedalam Desa Setia Jaya. Proses mineralisasi yang terbentuk di Gunung Selakean inilah yang menarik beberapa peneliti melakukan penyelidikan keterdapatan mineral logam dasar.

Hingga saat ini PT. Kanaan Resources selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi komoditas mineral logam tembaga, melakukan penyelidikan di sekitar Gunung Selakean.

Arsen
Keterdapatan mineral Arsen ini, merupakan hasil dari pada mineralisasi logam yang terjadi di G. Selakean, Desa Setia Jaya. Arsen ini dijumpai berasosiasi dengan mineral lainnya pada proses mineralisasi Au dan Cu . Sampai sejauh ini kegiatan eksplorasi mineral Arsen ini masih bersifat pendahuluan dan belum dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Bauksit
Indikasi bahan galian Bauksit yang ada di daerah ini terdapat di Desa Teriak dan Bangun Sari  pada bagian selatan dan timur. Hal ini bisa dilihat dari singkapan tanah yang nampak akibat pembuatan jalan. Adapun ketebalan ore daripada Bauksit di daerah ini berkisar antara 2 – 5 meter.

Kenampakan megaskopis Bauksit di wilayah ini, berwarna coklat kemerah – merahan, kekerasan lunak – sedang, ukuran kerikil – kerakal, berbentuk angular – sub angular, silika rendah – sedang, Al sedang, penyebaran jarang, ukuran fragmen < 20 cm.

Granit
Potensi bahan galian ini terdapat hampir disemua wilayah kecamatan Teriak. Hal ini dimungkinkan karena pada wilayah Kecamatan ini banyak terdapat perbukitan, yang merupakan hasil dari proses intrusi magma.
Adapun pengusahaan atau pemanfaatan batu Granit ini sebagian besar sebagai material bangunan. Sedangkan cara pengerjaan oleh masyarakat setempat masih bersifat tradisional (manual) dengan menggunakan palu batu dan proses pembakaran, agar mudah dipecah.

Pasir Batu
Keterdapatan pasir batu ini di Kecamatan Teriak terdapat disekitar sungai-sungai di Desa Bangun Sari dan Desa Dharma Bhakti. Pasir batu ini digunakan dalam pembuatan bangunan atau bisa dikatakan sebagai material untuk bangunan dan jalan diwilayah ini.

 Tabel Inventarisasi Sumberdaya Mineral di Kecamatan Teriak


No.

DESA / DUSUN
JENIS BAHAN TAMBANG
a
b
c
1
Gunung Selakean Ds. Setia Jaya
Emas
2
Sebelah Utara G. Padung Ds. Teriak
Emas
3
Sebelah Timur G. Tajok Bakog Ds. Teriak
Emas
4
Gunung Padung Ds. Teriak
Tembaga
5
Gunung Selakean Ds. Setia Jaya
Tembaga
6
Gunung Selakean Ds. Setia Jaya
Arsen
7
Kandang Ds. Teriak
Bauksit
8
Sebelah Barat Lulang Ds. Bangun Sari
Bauksit
9
Selatan G. Selakean Ds. Setia Jaya
Granit
10
Barat Daya G. Padung Ds. Teriak
Granit
11
Utara Gunung Selakean Ds. Setia Jaya
Granit
12
Riam Peyun Ds. Bangun Sari
Granit
13
Sebelah Timur Laut G. Padung Ds. Setia Jaya
Granit
14
Sungai Tereya Ds. Bangun Sari
Sirtu
15
Tekaruh Ds. Dharma Bhakti
Sirtu

Kesimpulan dan Saran
Dari hasil inventarisasi sumberdaya mineral dan pengamatan di lapangan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.  Batuan Terobosan Sintang (Toms), yang secara litologi disusun oleh batuan asam sampai menengah, terdiri dari granit, granodiorit, diorit, mikrodiorit, diorit kuarsa, dan tonalit merupakan sumber dari mineralisasi emas, perak, dan tembaga di daerah ini.
2. Terdapat 2 (dua) Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang melakukan kegiatan eksplorasi komoditas logam emas dan tembaga di Kecamatan teriak.
3.  Endapan emas aluvial dibeberapa tempat telah dilakukan penambangan oleh masyarakat secara ilegal dengan metode tambang semprot.


DAFTAR PUSTAKA
1.     JICA (Japan International Cooperation Agency), 1982. Report On Geological Survey of West Kalimantan, consolidated report, Ministry of Mines and Energy, Republic of Indonesia and Metal Mining Agency of Japan.
2.   Suwarna, N., dkk., 1993, Peta Geologi Lembar Singkawang, Kalimantan, skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
3.     Rusmana, E. dkk., 1993, Peta Geologi Lembar Sambas/Siluas, Kalimantan, Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
4.    Supriatna, E., dkk., 1993, Peta Geologi Lembar Sanggau, Kalimantan, Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
5.   Nursahan, Iwan, dkk., 2004; Laporan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Logam di Daerah Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung.

6.     Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat, "Penelitian dan Pendataan Potensi Tambang", Tahun 2010.

Thursday, May 5, 2016

Inventarisasi Keterdapatan Sumber Daya Mineral di Kecamatan Sei Betung

Latar Belakang
Potensi kekayaan sumberdaya mineral sebagai salah satu aspek sumberdaya alam, memiliki kandungan yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya agar pemanfaatan potensi sumberdaya mineral dapat dilakukan secara optimal.

Dalam rangka mengoptimalkan potensi sumberdaya mineral guna mensejahterakan rakyat, disamping diperlukan manajemen usaha pertambangan yang memadai sesuai dengan karakter sumberdaya mineral, diperlukan pula inventarisasi keberadaan sumberdaya mineral itu sendiri dalam bentuk informasi peta yang tercakup dalam kegiatan penelitian dan pendataan potensi tambang.

Pemanfaatan secara optimal dengan memaksimalkan nilai tambah dan meminimalkan dampak negatif dari eksploitasi sumberdaya mineral, akan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu perlu adanya kesinambungan penelitian dalam rangka mengumpulkan data/informasi potensi bahan mineral, dengan harapan akan dapat menunjang pelaksanaan tugas/fungsi terutama dalam hal  pengelolaan, pemanfaatan, dan pengendalian dibidang pertambangan.

Maksud dari penelitian dan pendataan potensi tambang ini adalah tersedianya data/informasi potensi dan sebaran bahan tambang masing-masing kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang bersifat operasional dan aplikatif. Diharapkan hasil penelitian dan pendataan potensi tambang ini dapat digunakan sebagai data/informasi awal dalam rangka pengembangan investasi  dibidang pertambangan.

Tujuan kegiatan penelitian dan pendataan potensi tambang ini adalah:
1.  Pemerintah Kabupaten Bengkayang memiliki suatu basis data sektor pertambangan sehingga dapat dipergunakan sebagai landasan atau acuan dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi sumberdaya mineral yang terdapat dimasing-masing kecamatan.
2.   Pemerintah daerah dimasing-masing kecamatan  dapat mengetahui, mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumberdaya mineral yang terdapat diwilayahnya secara optimal dengan meminimalkan resiko sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan daerah.
3.    Pemerintah Kabupaten Bengkayang dapat membantu dalam menawarkan potensi bahan galian kepada investor guna mengelola potensi tambang tersebut melalui kegiatan penambangan yang berwawasan lingkungan guna peningkatkan pendapatan daerah dan perekonomian.

Letak dan Lokasi Daerah Penelitian
Kecamatan Sungai Betung berada pada titik koordinat 00O 4435” LU – 0O 5500” LU dan 109O 1935” BT – 109O 27’ 18” BT dengan Ibukota Kecamatan adalah Suka Maju yang berjarak 14,84 km dari Ibukota Kabupaten Bengkayang.

Luas Kecamatan Sungai Betung adalah 205,95 km2 dengan penduduk mencapai 9.388 jiwa, terdiri dari 4 Desa yaitu : Desa Cipta Karya, Desa Suka Bangun, Desa Karya Bhakti, dan Desa Suka Maju. Matapencaharian penduduk umumnya berladang dan berkebun musiman, sebahagian lagi sebagai pedagang (Sumber : Bengkayang Dalam Angka Tahun 2009 – BPS  Kabupaten Bengkayang).

Pencapaian lokasi Ibukota Kecamatan dapat ditempuh dengan jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh ± 30 menit dari Ibukota Kabupaten, melewati jalan utama yang menghubungkan Kota Bengkayang – Singkawang. Sedangkan pencapaian lokasi penelitian antar desa disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian yang kami lakukan terbagi dalam beberapa tahapan yaitu :
 a)     Studi Literatur
Studi literatur ini meliputi pengumpulan data-data sekunder dan mempelajarinya baik berupa buku, buletin dan cuplikan dari berbagai pertemuan ilmiah juga berupa data–data hasil penyelidikan terdahulu, termasuk juga peta–peta tematik seperti Peta Geologi, Peta Kawasan Hutan, Peta Topografi dan Peta Fisiografi.

Pengumpulan data sekunder dilakukan untuk melengkapi dan memperbaharui data digital potensi bahan galian mineral Kabupaten Bengkayang yang terdapat di Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Bengkayang, berupa pengumpulan dan penelaahan semua laporan hasil penyelidikan yang berkaitan dengan potensi bahan galian mineral yang ada di daerah dan selanjutnya disusun menjadi suatu daftar potensi sumber daya mineral daerah.

b)     Survey Lapangan
Untuk melengkapi hasil pengumpulan data sekunder, maka perlu dilakukan survey lapangan. Survey ini dilakukan diwilayah penelitian untuk mendapatkan data yang lebih lengkap guna penyusunan laporan antara dan akhir serta pembuktian terhadap data sekunder mutlak perlu dilakukan. Survey lapangan yang dilakukan menggunakan metode antara lain sebagai berikut :
1.  Pemetaan Geologi Regional dengan metode “Passing Compass”.
2.  Melakukan pengamatan pada daerah-daerah mineralisasi, pengambilan conto batuan dengan metode chip sampling atau grab sampling dan kalau diperlukan membuat sketsa.
3.  Pembuatan peta sebaran keterdapatan sumberdaya mineral. 

c)      Pengolahan Data Tekstual
Mencakup penentuan dan penyusunan struktur basis data untuk tiap komoditi, diskusi, pengkajian laporan dan peta, pemilihan data, pemasukan data dan verifikasi data.

Pada tahapan pengolahan data tekstua ini, mulai disusun data–data yang akan dimasukan kedalam peta disertai dengan persiapan peta-peta tematik yang akan dibuat untuk menampilkan data-data tersebut. Adapun pemasukan data dilaksanakan setelah data-data yang telah diseleksi mulai diinput kedalam tabel-tabel data spasial, kemudian dilakukan verifikasi data untuk menjamin tingkat keakuratan data.

d)      Pengolahan Data Spatial
Pekerjaan ini mencakup analisa peta dasar, peta geologi, topografi dan sumberdaya bahan galian untuk tiap lokasi yang data tekstualnya telah didata dalam pekerjaan sebelumnya. Kemudian dilakukan digitasi peta, editing feature, penentuan batas polygon dan titik dan pembuatan layout peta digital.

Proses pembuatan data digital, sebelumnya perlu dilakukan klasifikasi data dikarenakan jenis data yang berbeda akan memiliki format dan pengelolaan yang berbeda pula. Secara garis besar ada dua jenis data, yaitu data grafis dan atribut. Dalam pembuatan data digital ini, data dasar yang diinginkan dapat diperoleh melalui :
1.  Digitasi peta (data grafis) dari lembaran peta yang telah dipublikasikan
2.  Input database untuk data atribut
3.  Konversi dari data digital yang dikelola dengan software tertentu

Adapun hasil yang diharapkan dari pembuatan data digital dan program aplikasinya adalah :
a. Peta potensi tambang dengan sistem GIS, data dan profil neraca sumber daya mineral daerah Kabupaten Bengkayang.
b.   Evaluasi potensi tambang pada daerah terpilih (uji petik), disajikan dalam bentuk:
1.  Peta Geologi daerah terpilih skala 1 : 400.000
2.  Peta Sebaran Potensi Tambang skala 1 : 125.000
3.  Laporan hasil Inventarisasi dan pendataan Potensi Tambang.

e)     Pembuatan Peta Potensi Tambang berbasis SIG
Hasil pekerjaan akan berupa Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terbentuk dalam suatu peta digital tematik yang informasinya mencakup berbagai hal yang berhubungan dengan lokasi keterdapatan, jenis sumberdaya mineral dan besar potensi bahan galian.

Selain program aplikasi SIG, hasil dari pekerjaan penelitian dan pendataan potensi tambang di wilayah Kabupaten Bengkayang adalah berupa laporan. Pada laporan selain pembahasan secara tekstual dilengkapi pula dengan gambar berupa foto dan peta-peta tematik.


Fisiografi Kabupaten Bengkayang terdiri dari zona pantai, dataran alluvial, undak pasir putih di barat serta perbukitan bergelombang rendah yang meningkat sampai pebukitan curam yang terisolasi di timur.

Zona Pantai, terdiri dari suatu dataran pantai yang menggabungkan pedalaman dengan dataran alluvial, pematang pantai, dan tepi bagian utara Delta Sungai Kapuas. Bentang alam termuda merupakan pematang pasir rendah yang terhampar di dataran pantai.

Perbukitan bergelombang rendah, umumnya berkembang pada batuan sedimen Tersier dan granit lapukan. Umumnya muncul dengan ketinggian kurang dari 75 meter.
Pebukitan curam, tersebar melintasi daerah lokasi penelitian, meskipun lebih terlihat di timur laut, dan muncul baik dari pebukitan bergelombang rendah maupun dataran alluvial dan pantai.
 
http://baloary.blogspot.co.id/
Peta Topografi Kabupaten Bengkayang
Berdasarkan peta Geologi Lembar Singkawang, Kalimantan yang disusun oleh N. Suwarna (GRDC), dan R.P. Langford (AGSO), 1993, peta Geologi Lembar Sambas Dan Siluas, Kalimantan,  yang disusun oleh E. Rusmana (GRDC) dan P.E. Pieters (AGSO), 1993, dan peta Geologi Lembar Sanggau, Kaimantan, yang disusun oleh S. Supriatna, U. Margono, Sutrisno (GRDC), P.E. Pieters dan R.P. Langford (AGSO), 1993, yang dikeluarkan oleh (P3G) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral Departemen Pertambangan dan Energi, maka batuan penyusun Kabupaten Bengkayang berturut-turut dari yang tertua – paling muda adalah sebagai berikut :

-  Formasi Seminis (PzRs)
Terdiri dari batusabak, filit, batupasir, Umur Formasi batuan ini adalah Trias Akhir – Perm.

-  Batuan Gunungapi Sekadau (Rusk)
Terdiri dari basalt, dolerite, andesit, tufa, breksi, anglomerat. Umur Formasi ini adalah Trias.

-  Granodiorit Jagoi (RJlj)
Terdiri dari biotit, granodiorit, terutama kuarsa majemuk. Umur Formasi ini adalah Jura.

 -  Kelompok Bengkayang (RJb)
Terdiri dari batupasir, batulumpur, batulanau, konglomerat, serpih, batupasir tufaan, biasanya karbonan, setempat berfosil. Umur Formasi kelompok  batuan ini adalah Trias Akhir.

-  Komplek Serabang (JKls)
Batuan Ultaramafik, gabro, basal malih, rijang, sepilit, berasosiasi seperti bancuh dengan batusabak, filit, sekis, batupasir malih, batutanduk. Umur Formasi ini adalah Kapur – Jura.

-  Batugamping Bau (Juba)
Batugamping berlapis, umur Formasi ini adalah Jura Atas.

-  Formasi Pendawan (Kp)
Terdiri dari serpih, serpih sabakan, batulumpur karbonan, batulanau dan batupasir, setempat gampingan, sedikit batugamping dan tufa, berfosil. Umur Formasi ini adalah Kapur.

-  Formasi Banan (Rub)
Berumur Trias Akhir, terdiri dari batupasir dan sedikit konglomerat dibagian atas; batupasir dan serpih dibagian bawah. Pengaruh malihan sentuh, termasuk batu tanduk berkembang disekitar terobosan tersier, terutama pada batupasir dan tufa dibagian bawah.

-  Formasi Sungaibetung (Jls)
Berumur Jura akhir, terdiri dari perselingan batulumpur, batulanau, batupasir halus – sedang, kelabu muda – hitam, perbandingan batulumpur meningkat ke arah atas; batupasir tufan halus dibagian atas, berlapis baik.

-  Batuan Gunungapi Raya (Klr)
Berumur Kapur Awal, terdiri dari batuan beku luar andesit, dasit dan Basalt (piroklastik, sedikit lava) serta batuan terobosan; sedikit menyusupi konglomerat, batupasir dan batulumpur; setempat termalihkan oleh batuan terobosan kapur dan tersier, dan termineralisasi dengan pirit, kalkopirit, molibdenit dan sfalerit.

-  Granodiorit Mensibau (Klm)
Berumur Kapur Awal. Terdiri dari granodiorit hornblende-biotit, adamelit, tonalit, granodiorit biotit-hornblende, diorit, diorit kuarsa, granit; magnetik sedang sampai kuat; umumnya terubah; setempat tergeruskan kuat, termilonitkan, dan terbreksikan, xenolit batuan gunung api dan sedimen.

-  Batupasir Kayan (TKk)
Berumur Paleosen, terdiri dari batupasir kuarsa – feldspar, kuarsa – litos, serpih, batulanau, sedikit konglomerat, batubara ; setempat kayu terkersikkan.
  
-  Gabro Setinjam (Kuse)
Berumur Kapur Akhir. Terdiri dari gabro; halus sampai pegmatitan, umumnya sedang; plagioklas (<50%), horblende, piroksen, olivin dan biotit, setempat berfoliasi dan berlapis.

-  Batuan Gunungapi Serentak (Tes)
Berumur Eosen Tengah. Terdiri dari Tufa lapili, dasitan, kristal dan sela; setempat breksi tufan dan riodasit, kelabu muda sampai kecoklatan; sebagian terubah; urat halus besian, pirit, pirhotit, pirolusit.

-  Batuan Terobosan Sintang (Toms)
Berumur Oligosen Awal – Miosen Awal. Terdiri dari diorit, diorit kuarsa, granodiorit, tonalit, gabro kuarsa; mesokratik sampai lekokratik, porfiritik sampai holokristalin; setempat ubahan serisit, khlorit, epidot, dan karbonat; serisit berkaitan dengan urat kuarsa-kalkopirit-molibdenit dan pirit menyebar; mineralisasi emas; magnetik sedang.

-  Batuan Gunungapi Niut (Tpn)
Berumur Pliosen. Terdiri dari Basalt porfiri, sedikit andesit Basaltan.

-  Endapan Aluvial dan Rawa (Qa)
Berumur Kuarter. Tersusun dari lumpur, pasir, kerikil dan bahan tumbuhan.

Struktur pada daerah penelitian didominasi oleh sesar dan kelurusan dalam batuan gunung api dan plutonik terutama berarah utara-barat daya. Wilayah penelitian berada di Batuan Gunungapi Raya Kapur Bawah yang cenderung sebagian besar hanya berupa sisa dari bagian gunungapi yang terkikis luas, sebagai penutup Batolit Schwaner Singkawang. Batolit ini diduga terjadi diatas lajur penunjaman yang miring ke selatan pada waktu Kapur Bawah. Granodiorit Mensibau mempunyai sentuhan terobosan terutama dengan batuan samping yang berumur Trias Akhir sampai Jura Awal, yang membentuk bagian dari Kawasan Kalimantan Barat Laut.

Penelitian dan Pendataan Potensi Tambang di Kecamatan Sungai Betung

Morfologi/bentang alam daerah penelitian termasuk kedalam Satuan perbukitan bergelombang sedang, dengan ketinggian antara 50 m – 600 m dari permukaan laut (dpl).

Hasil pemetaan geologi permukaan, daerah penelitian berdasarkan stratigrafi tersusun oleh Formasi Sungai Betung (Jls), Formasi Banan (Rub), Batuan Gunungapi Raya (Klr), Batuan Terobosan Sintang (Toms), dan Dasit Bawang (Teb).
  
Berdasarkan pengumpulan data primer, hasil pengamatan langsung di lapangan ditemukan jenis bahan galian yaitu :  Mangan, Emas, Besi, Kaolin, Granit, Andesit dan Sirtu.


 Tabel. Jenis Bahan Galian di Kecamatan Sungai Betung


No.

DESA / DUSUN
JENIS BAHAN TAMBANG
a
b
c
1
Hulu Sg. Mempawah Selatan G. Pandan Desa Karya Bhakti
Emas
2
Sebelah Barat G. Muwang Desa Karya Bhakti
Emas
3
Daerah Keranji Desa Sukamaju
Granit
4
Sebelah Timur Bengkuwang Desa Karya Bhakti
Granit
5
Sebelah Utara Gunung Sermaya Desa Suka maju
Andesit
6
Daerah Samantat Desa Suka maju
Andesit
7
Sebelah barat Daya Gunung Raja Desa Suka Bangun
Granit
8
Sungai Raya sebelah barat laut Sansak Desa Suka Bangun
Sirtu
9
Sungai Raya sebelah timur laut G. Sikup Desa Suka Bangun
Sirtu
10
Sebelah Barat Udu Malakos Desa`Suka Bangun
Mangan
11
Belanga Singkabang Desa Suka Bangun
Mangan
12
Kranji Desa Suka Bangun
Mangan
13
Singkabang Atas Desa Suka Bangun
Mangan
14
Udu Marakos Desa Suka Bangun
Besi
15
Sebelah Utara S. Nunuk Desa Suka Bangun
Kaolin


Mangan
Mangan di Kecamatan Sungai Betung terdapat di wilayah Desa Suka Bangun, Dusun Sengkabang dan sekitarnya. Sebaran batuan yang mengandung bahan galian mangan ditemukan setempat-setempat pada perbukitan yang relatif rendah dan bergelombang.

Batuan yang mengandung mangan di Desa Suka Bangun
Mangan di lokasi ini sangat bervariasi baik warna maupun jenisnya. Mangan yang terapat pada urat atau retas masih dalam keadaan segar (fresh) dan belum mengalami pelapukan pada umumnya berwarna merah (rhodonit), hitam berstruktur batang dan serabut (manganit), mempunyai belahan sempurna (braunit) atau merupakan percampuaran antara yang berwarna merah dengan yang berwarna hitam atau kecoklatan.

Mangan berbentuk urat yang telah mengalami pelapukan (oksidasi) kuat, akan berbentuk komponen-komponen bongkah diantara soil hasil pelapukan material lainnya, berbentuk batriodal, struktur “cloroform atau mimilary crust”, berwarna hitam dengan goresan coklat gelap (spiromelan), kadangkala berbentuk butir masif, berwarna sangat hitam rapuh, dengan warna goresan hitam (pirolusit), bercampur dengan soil yang berwarna merah coklat.

http://baloary.blogspot.co.id/
Singkapan mangan "pirolusit" yang ditemukan di lapangan
Pada daerah oksidasi yang kuat ini mutu/kualitas mangan ini sangat baik. Hal ini menandakan bahwa pelapukan akan meningkatkan mutu dari mangan, karena pelapukan sifatnya mengoksidasi, sedangkan mangan stabil dalam bentuk oksida (pirolusit, spiromelan) dibanding dalam bentuk silikat (rhodonit, braunit) dan karbonat (rhodokrosit) dan sisa-sisa unsur selain mangan oksida akan membentuk tanah (soil).

Emas
Keterdapatan emas di Kecamatan Sungai Betung berada pada lapisan alluvial dan didominasi dengan keberadaan pasir hasil lapukan batuan Beku Granit yang teroksidasi secara kimia menyebabkan terjadinya pembentukan emas.

Hasil pengamatan dilapangan keterdapatan emas dijumpai pada daerah yang telah ditambang oleh masyarakat setempat dengan sistem tambang manual. Ketebalan pasir mengandung emas dijumpai rata-rata 5 meter, daerah penambangan yang telah dikerjakan baik oleh masyarakat setempat yaitu Desa Suka Bangun, Cipta Karya, Karya Bhakti, dan Desa Suka Maju.

Besi
Keterdapatan Besi pada Kecamatan Sungai Betung berada pada daerah Desa Suka bangun Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Endapan Besi yang didapat merupakan konsentrasi magnetit dan  hematit. Dengan perkiraan kadar besinya sekitar 45%. Keterdapatan Besi ini disekitaran daerah yang agak berbukit, hal ini dkarenakan proses pembentukan yang dominan daripada besi adalah dari proses terjadinya magma yang kemudian mengalami kontak metasomatik dan replacement.

Kaolin
Potensi endapan Kaolin di Kecamatan Sungai Betung adalah pada wilayah bagian tenggara dan selatannya, yang merupakan hasil lapukan Batuan Granit. Potensi ini menyebar sepanjang daerah hulu sungai sampai ke bagian selatan dan timur Desa Karya Bhakti. Kaolin yang ada belum dimanfaatkan karena masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk pengusahaannya.

Granit
Potensi terbesar batu Granit di Kecamatan Sungai Betung adalah didaerah Selatan, yang merupakan wilayah perbukitan. Potensi ini menyebar mulai dari Desa Suka Maju kebagian utara dan Desa Karya Bhakti kebagian selatannya. Saat ini pengusahaan batu ini masih sangat tergantung permintaan konsumen antara lain untuk bangunan dan jalan.

Andesit
Potensi terbesar Andesit di Kecamatan Sungai Betung adalah didaerah Desa Suka Maju dan sekitarnya. Potensi ini menyebar mulai dari bagian timur sampai ke bagian utara wilayah tersebut. Pengusahaan Andesit saat ini belum dilakukan.

http://baloary.blogspot.co.id/
Peta Sebaran Potensi Tambang di Kecamatan Sei Betung

Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian dan pengamatan di lapangan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Penelitian dan pendataan potensi tambang di Kecamatan Sei Betung sebagai inventarisasi awal dilakukan tahapan pengamatan singkapan batuan, pengambilan conto batuan, pengambilan titik koordinat.
2.  Terdapat komoditas mineral logam yaitu mangan, emas, dan besi.
3.  Komoditas mineral non logam dan batuan yaitu kaolin, granit, dan andesit.
4.  Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih sistematik dan terinci untuk endapan bahan galian mangan dan emas.  

Daftar Pustaka
a.    JICA (Japan International Cooperation Agency), 1982. Report On Geological Survey of West Kalimantan, consolidated report, Ministry of Mines and Energy, Republic of Indonesia and Metal Mining Agency of Japan.
b.    Peta Geologi Lembar Singkawang, Kalimantan, Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Bandung, Suwarna N dan Langford RP; Tahun 1993.
c.     Peta Geologi Lembar Sambas/Siluas, Kalimantan, Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Bandung, E. Rusmana, Sutrisno (GRDC)  dan Langford RP; Tahun 1993.
d.  Departemen Pertambangan Dan Energi; Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Barat ; Bahan Galian Di Kalimantan Barat” ; Tahun 1996.
e.    Pusat Sumber Daya Geologi Departemen ESDM ; “Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Logam” Di Daerah Kabupaten Landak Dan Bengkayang ; Tahun 2005.
f.    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi kalimantan Barat ; “Penyusunan Neraca Sumber Daya Alam Daerah Kalimantan Barat” ; PT. Sari Yasa Renjana ; Tahun 2008.

g.  Bengkayang Dalam Angka 2009 ; Badan Pusat  Statistik  Kabupaten Bengkayang, Tahun 2009.

  Mohon koreksi dan saran pembaca, apabila terdapat penelitian lainnya terkait sumberdaya mineral di Kabupaten Bengkayang, jika berkenan dapat disampaikan kepada penulis sebagai referensi baru di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Terima kasih semoga bermanfaat.