Pages

Tuesday, March 8, 2016

Survei Struktur Geologi Hubungannya Dengan Daerah Mineralisasi di Kab. Bengkayang dan Kab. Landak Provinsi Kalimantan Barat



Jenis kekar yang diinventarisir di daerah penelitian umumnya merupakan kekar gerus (shear joint) yang sebagian diantaranya terisi oleh mineral sulfide seperti pirit dan kalkopirit, namun banyak juga yang tidak diisi oleh mineral tertentu atau barrent joint. Arah (trend) dari kekar gerus tersebut umumnya Baratlaut-Tenggara dan Timurlaut-Baratdaya, masing-masing berkemiringan ke Baratdaya dan Tenggara. Adapun kekar bukaan (tension joint) sebagai perangkap dari mineralisasi emas dan tembaga berarah Baratlaut-Tenggara berkemiringan ke arah Baratdaya.

Sumber : Badan Geologi Kementerian ESDM


Secara kinematika, pola tegasan utama yang mengontrol sistem pensesaran di daerah ini adalah U 005º - 185º T dan U 110º - 290º T atau berarah Utara - Selatan dan Baratlaut - Tenggara. Tegasan (stress) berarah Utara-Selatan (U 005º - 185º T) tersebut merupakan control utama terbentuknya sesar geser menganan sebagai koridor atau pembatas dari cebakan urat emas di daerah Semangkong dan G. Suren.

Daerah penelitian sebagian disusun oleh batuan Terobosan Sintang yang secara litologi disusun oleh batuan asam sampai menengah, terdiri dari granit, granodiorit, diorit, mikrodiorit, diorit kuarsa, dan tonalit. Batuan tersebut merupakan sumber dari mineralisasi emas, perak, dan tembaga di daerah ini yang menerobos batuan lebih tua seperti Granodiorit Mensibau dan Batuan Gunungapi Raya berumur Jura awal – Kapur Akhir.


Mineralisasi emas, perak, dan tembaga di daerah ini tercebak dalam sistem urat (kuarsa sebagai mineral gangue dan granit sebagai batuan samping/wall rock) dengan struktur sesar geser menganan (dextral wrench fault) sebagai kontrol utama atau koridor strukturnya. Urat (vein) kursa sebagai pembawa mineral tersebut merupakan kekar bukaan (tensional joint) berarah U 110 °T/66°; dan secara stereografi merupakan bidang yang melewati tegasan menengah dan terkecil atau δ2 dan δ3. 



Sumber : Badan Geologi Kementerian ESDM

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, analisis dan interpretasi data, diperoleh kesimpulan mengenai struktur geologi hubungannya dengan mineralisasi di daerah penelitian, yaitu :

1.      Daerah penelitian secara jalur mineralisasi logam Kalimantan dilalui oleh tiga jalur, yaitu : jalur Au-Cu dalam batuan asam-menengah, jalur bauksit dalam granit, dan jalur Cr-Fe dalam batuan ultrabasa,
2.       Batuan sumber / pembawa mineralisasi : Terobosan Sintang (Oligo-Miosen) : diorit, mikrodiorit, granit, granodirit, diorit kuarsa, dan tonalit,
3.       Arah umum lineasi (kelurusan sesar) : (U 10º -190º T); Secara umum didominasi oleh arah U 155º -335º T (mode) pada kisaran (U 150º-330º T) dan (U 160º -340º T),
4.     Sesar yang mengontrol mineralisasi (sebagai koridor struktur) : sesar geser menganan atau Dextral wrench fault berarah U 157 ºT/83º, atau sesar-sesar berarah U 155º -335º T (Tenggara-Baratlaut),
5.        Arah mineralisasi urat (vein) : tensional joint U 110 ºTE/66º-77o),
6.      Mineralisasi : pirit, malahit, azurit dengan batuan samping berupa granit dan gangue minerals berupa kuarsa,
7.        Mineral ekonomis : emas, perak, tembaga, dan bauksit,
8.        Tipe cebakan (emas, tembaga) : epitermal berupa tipe urat (stock work)

Sumber :  Badan Geologi – Kementerian ESDM

 


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat